SMS Dari Air (Prof Masaru Emoto)
Fenomena air yang bisa berjoget itu bukan khayalan, tetapi bisa terjadi betulan, air memang benar-benar bisa berjoget atau bergerak-gerak dan berubah bentuk sesuai dengan irama lagu yang diperdengarkan kepadanya, ini bisa dibuktikan melalui pembuktian laboratoriun yang ilmiah, adalah Prof Masaru Emoto dari Jepang yang membuat eksperimen mencengangkan ini.
Ia berhasil membuktikan bahwa air bukan sekadar benda mati yang tidak bereaksi terhadap alam sekitarnya, sebaliknya air hidup dan bereaksi terhadap apa yang terjadi kepadanya, bahkan, air juga merespons sikap manusia terhadapnya, hasil penelitian Emoto menunjukkan bahwa air itu hidup sebagaimana manusia, air bereaksi hampir sama seperti manusia, air bisa ngambek kalau dimarahi, air bisa senang ketika dipuji, air bisa gembira ketika mendengar kata-kata yang indah, dan air bisa berantakan ketika ketakutan.
Hasil penelitian ini dituangkan dalam buku Message from Water (SMS dari Air) yang sekarang menjadi buku terlaris di dunia, dan sudah diterjemahkan kedalam berbagai bahasa termasuk Indonesia, dalam eksperimennya, Emoto mengambil air dari Waduk Fujiwara di Jepang yang kemudian dibawanya kepada pemimpin ritual Kato Hoki dari Kuil Jyuhoin.
Sang pemimpin ritual kemudian mengadakan upacara peribadatan selama satu jam dengan bermeditasi dan membaca doadoa suci ajaran Shinto, setelah satu jam, Prof Emoto kemudian membawa air itu ke laboratorium dan memotretnya dengan peralatan fotografi khusus, Hasilnya sungguh mengejutkan : Molekul air dari dam yang belum diberi doa-doa ternyata menunjukkan bentuk yang tidak beraturan dan cenderung kotor kehitam-hitaman.
Sementara air yang sudah diberi doa berwarna terang bersinar seperti kristal dengan bentuk segi lima ( hexagonal),. Emoto sangat terkejut melihat hasil penelitiannya, Ia pun memberinya nama air heksagonal, dalam penelitian lanjutan, hasilnya ternyata lebih mengherankan lagi, Emoto mengambil segelas air lalu memperdengarkan lagu klasik karya Bach berjudul Goldberg Variation, hasilnya, air itu mengeluarkan bentuk kristal indah dengan warna kebiru-biruan.
Kemudian, Emoto mengambil air lain dan memperdengarkan lagu Heartbreak Hotel karya raja rock ën roll Elvis Presley, hasilnya, air itu warnanya kehitam-hitaman dengan kristalnya menghilang berganti bentuk yang terpecah-pecah, Emoto mencoba lagi SMS dari Air mengambil air dan memperdengarkan lagu heavy metal, Hasilnya? Mudah ditebak; bentuk air berantakan dan tidak ada lagi kristal, serta warnanya keruh.
Air terbukti hidup dan membawa kehidupan. Tubuh manusia ini 70 persen terdiri dari air. Manusia bisa bertahan hidup 81 hari tanpa makanan sama sekali, tetapi, manusia akan mati dalam tempo lima hari tanpa minum, mungkin hasil penelitian Prof Emoto bisa menjawab kondisi yang dialami bangsa Indonesia sekarang ini,
Kalau kita postif dan optimistis kepada diri kita sendiri, maka air dalam diri kita akan mengeluarkan energi positif dan aura yang selalu optimistis, sebaliknya kalau kita muram dan mencurigai orang lain, air di tubuh kita akan mengalami imbas negatif dan sulit untuk produktif, kalau para pemimpin tidak bisa membuat pernyataan yang menyejukkan, dan selalu menunjukkan sikap saling curiga, jangan harap dari tanah air Indonesia akan muncul bunga-bunga kristal yang menyejukkan, mungkin sekarang saatnya kita lebih sering lagi berpikir positif dan berkata-kata dengan penuh kasih sayang.



